Marine Surveyor & Inspection Services

Anda ingin bisa menghitung jumlah muatan minyak seperti bensin atau solar?

Kami akan memberikan kepada anda program perhitungan minyak untuk muatan cair produk petroleum, seperti product minyak pertamina.
Program ini bisa digunakan untuk menghitung muatan minyak dikapal tanker atau oil barge (tongkang minyak).

Dapat digunakan untuk menghitung semua jenis Produk turunan minyak petroleum seperti gasoline(bensin, premium, pertamax), kerosine (minyak lampu, minyak tanah), HSD (Solar, MGO), HFO (minyak bakar, minyak hitam), Avtur dan lain sebagainya.

Kami juga memiliki Table ASTM digital untuk Table 53, 54, 54B, 56 dan 57 , yang akan kami berikan kepada anda gratis, sebagai bonus perkenalan.

<<<< (gambar tampilan program)

Tunggu apalagi segera miliki software canggih ini hanya dengan Rp. 285,000,-
diskon khusus untuk pemesanan hari ini


Jika anda berminat bisa menghubungi saya di nomor kontak dibawah ini:


Ruly Abdillah Ginting,
Griya Batuaji Asri Blok X No. 19 - Batam
Email : marine.surveyor.indonesia@gmail.com
Handphone: 08127015790
Yahoo Msg: Chat With Us
Pembayaran bisa dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening dibawah ini:
Hanya Rp. 285.000 Saja
Silahkan Lakukan Pembayaran Ke Rekening Dibawah Ini
BCA Cabang Nagoya - Batam
No Rekening : 3403431059
Bank Mandiri Cabang Batam Industrial Park
No Rekening : 1090009967308
Bank BNI Cabang Sei Panas - Batam
No Rekening : 0214822882
Bank Syariah Mandiri - Batam
No Rekening : 7006478144
terima kasih atas kepercayaan anda berbisnis dengan kami, software pesanan anda akan segera kami kirimkan ke alamat email anda.
_________________________________________
Jika anda berminat kami menawarkan paket bundling pembelian program perhitungan minyak ini dan Program Draft Survey Software hanya dengan
Rp. 500,000,-

Pantesan Harga Minyak Mahal, Dirut Petral Dapat Apartemen Mewah dan Pesangon Rp 11 M

Pantesan Harga Minyak mahal, Dirut Petral Dapat Apartemen Mewah dan Pesangon Rp 11 M

Faisal Basri mengungkapkan soal gaji anak usaha Pertamina, yaitu Pertamina Energy Services alias Petral yang spektakuler. Tak hanya itu, dia juga menyebut bos Petral mendapat fasilitas mewah.

Pertamina melakukan perombakan di tubuh petinggi Petral. Salah satunya mengganti Dirut Petral dari Bambang Irianto ke Totok Nugroho pada 20 Januari 2015 lalu.

"Kami serombongan beberapa waktu lalu datang ke Singapura untuk bertemu direksi Petral. Menteri ESDM (Sudirman Said), Direktur SDM Pertamina (Dwi Wahyu Daryoto), dan Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Dalam pertemuan itu, kita dapat informasi salah satunya gaji dan pesangon," kata Faisal.
//images.detik.com/content/2015/04/02/1034/070308_pertaminakntr2.jpg
Faisal menyebutkan, gaji pokok Direktur Utama Petral (dikenal dengan istilah Presiden Petral) adalah SG$ 41.533/bulan. Bila dirupiahkan, akan menjadi sekitar Rp 394,5 juta/bulan. Ditambah dengan berbagai tunjangan, Faisal mengatakan gaji Presiden Petral menjadi Rp 44.000/bulan (Rp 418 juta/bulan).

"Kami juga mendapatkan data pemberian pesangon yang diberikan kepada Presiden Petral karena dia diganti. Nilainya sebesar SG$ 1.195.508,15 (Rp 11,4 miliar)," kata Faisal.

Tidak hanya itu, lanjut Faisal, petinggi Petral pun dapat fasilitas kelas wahid. "Direktur Petral dapat fasilitas apartemen di Four Seasons Singapura. Itu kelasnya tinggi sekali," ungkapnya.

Faisal pun membandingkan dengan perusahaan induknya, yaitu Pertamina. "Dirut saja (gaji) Rp 200 juta/bulan," ujarnya.

Dibandingkan dengan perusahaan minyak swasta dalam negeri, demikian Faisal, standar Petral juga masih tinggi. Faisal mencontohkan informasi yang diperolehnya dari Lukman Mahfoedz, Direktur Utama PT Medco Energi International Tbk (MEDCO).

"Saya tanya ke Pak Lukman, kalau pesangon perusahaan minyak berapa? Pak Lukman bilang paling 1,5 kali dari gaji pokok. Kalau direktur Petral bisa 5 kali," tegas Faisal.

Oleh karena itu, Faisal menyebutkan temuan-temuan tersebut berbeda dengan keterangan dari Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina.

"Jadi ini bertentangan dengan penjelasan dari Pertamina. Ibu Wianda yang bilang gaji Petral belum termasuk biaya apartemen," kata Faisal.

0 Response to "Pantesan Harga Minyak Mahal, Dirut Petral Dapat Apartemen Mewah dan Pesangon Rp 11 M"

Posting Komentar